|
Industri pengolahan kelapa sawit saat ini milliki prospek yang cerah untuk masa depan seiring dengan tantangan industri masa depan yaitu penggunaan bahan baku industri yang ramah lingkungan serta ketersediaan bahan baku dapat diperbaharui (renewable). Kelapa sawit (Elleis Guinensis) merupakan salah satu sumber minyak nabati yang penting di Indonesia. Kelapa sawit mengandung kurang lebih 80 % pericarp dan 20 % yang dilapisi dengan cangkang sawit. Tabel 1 - Karakteristik bahan baku tempurung kelapa
Cangkang sawit dapat diolah menjadi beberapa produk yang bernilai ekonomis tinggi, yaitu karbon aktif, fenol, asap cair, tepung tempurung dan briket arang. |
Testimonials
"Penggunaan cangkang sawit sebagai pengganti solar atau batubara merupakan salah satu langkah tepat untuk efisiensi, karena dapat menghemat dan menekan biaya sekitar Rp.480 juta per bulan. Jadi, jika diakumulasikan dalam satu tahun dapat menghemat biaya lebih dari Rp.5 miliar."
Budi Santoso - PTPN
”Sejak menggunakan cangkang sawit, kami berhasil memperoleh efisiensi pengeluaran sekitar Rp 22 miliar, terhitung sejak 2006 sampai sekarang !!!”
Alan Sukarlan - Konsultan di Perusahaan Perkebunan
"Kami bisa menghemat dana untuk pembelian solar sebesar Rp1,1 miliar per tahun dengan hitungan untuk pembelian solar yang dibutuhkan perusahaan itu sebanyak Rp1,5 miliar dikurangi biaya operasional untuk penggunaan cangkang sebesar Rp. 400 juta."
Goval - Project Integration Manager PT. Lonsum
Slide me





