# # # # # #
# # # # # #
Kegunaan Lain
Written by Administrator   

Dengan adanya ilmu pengetahuan dan teknologi maka beberapa hasil samping pertanian kelapa serta sawit seperti tempurung, sabut, serta cangkang sawit dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi, seperti arang tempurung kelapa yang sangat potensial untuk diolah menjadi arang aktif.

Dengan meningkatnya produksi arang aktif yang menggunakan bahan dasar tempurung kelapa maka akan mengakibatkan terjadinya pencemaran udara karena adanya penguraian senyawa-senyawa kimia dari tempurung kelapa pada proses pirolisis. Pada proses pirolisis juga dihasilkan asap cair, tar dan gas-gas yang tak terembunkan.

Asap cair yang merupakan hasil sampingan dari industri arang aktif tersebut mempunyai nilai ekonomi yang tinggi jika dibandingkan dengan dibuang ke atmosfir. Asap cair diperoleh dari pengembunan asap hasil penguraian senyawa-senyawa organik yang terdapat dalam kayu sewaktu proses pirolisis.

Penggunaan asap cair terutama dikaitkan dengan sifat-sifat fungsional asap cair, diantaranya adalah sebagai antioksidan, antibakteri, antijamur, dan potensinya dalam pembentukan warna coklat pada produk. Asap cair dapat diaplikasikan pada bahan pangan karena dapat berperan dalam pengawetan bahan pangan.

Tujuan semula dari pengasapan adalah menghambat laju kerusakan produk. Namun dalam perkembangannya tujuan pengasapan tidak hanya itu, tetapi lebih ditujukan untuk memperoleh kenampakan tertentu pada produk asapan dan citarasa asap pada bahan makanan.

 
Banner
Banner

Testimonials

"Penggunaan cangkang sawit sebagai pengganti solar atau batubara merupakan salah satu langkah tepat untuk efisiensi, karena dapat menghemat dan menekan biaya sekitar Rp.480 juta per bulan. Jadi, jika diakumulasikan dalam satu tahun dapat menghemat biaya lebih dari Rp.5 miliar."

Budi Santoso - PTPN

”Sejak menggunakan cangkang sawit, kami berhasil memperoleh efisiensi pengeluaran sekitar Rp 22 miliar, terhitung sejak 2006 sampai sekarang !!!”

Alan Sukarlan - Konsultan di Perusahaan Perkebunan

"Kami bisa menghemat dana untuk pembelian solar sebesar Rp1,1 miliar per tahun dengan hitungan untuk pembelian solar yang dibutuhkan perusahaan itu sebanyak Rp1,5 miliar dikurangi biaya operasional untuk penggunaan cangkang sebesar Rp. 400 juta."

Goval - Project Integration Manager PT. Lonsum

1

2

3

Slide me